Sebelum mengimplementasikan Turnitin Feedback Studio, Binus University mengalami banyak kasus pelanggaran akademik termasuk plagiarisme, dimana mahasiswa menyalin dan menempel sumber-sumber secara langsung ke dalam makalah mereka tanpa memberikan kredit. Binus mencari teknologi yang menjamin kecepatan dan ketepatan pemeriksaan kesamaan dalam mempersiapkan publikasi, dan untuk mengurangi kasus plagiarisme.
Dalam studi kasus ini, kami menelaah implementasi Turnitin Feedback Studio di Binus University, satu universitas kelas dunia yang masuk dalam daftar QS World University Rankings, yang berniat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitiannya.
Pemakaian awal Turnitin Feedback Studio berlangsung secara kolaboratif dengan dukungan segenap dosen. Kami menyadari bahwa untuk bisa menjadi institusi yang dikenal secara global kami harus menyesuaikan standar integritas dan kualitas dalam penulisan akademik kami.